IPB

Kajian 1 – Daily Activity with Seaweeds Product

Definisi Rumput Laut: Rumput laut merupakan tumbuhan air berklorofil yang biasa disebut ganggang. Rumput laut mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai pembentuk struktur, penyimpanan, dan polisakarida fungsional. Kandungan karbohidrat total dalam rumput laut berkisar 20-76% berat kering (Rajapakse dan Kim 2011).

 

 

 

Penggolongan Rumput Laut: Rumput laut digolongkan menjadi empat kelas, yaitu rumput laut merah (Rhodophyceae), rumput laut hijau (Chlorophyceae), rumput laut coklat (Phaeophyceae), dan rumput laut hijau biru (Cyanophyceae). Pembagian ini didasarkan pada pigmen yang terkandung di dalamnya. Rumput laut hijau dan rumput laut hijau biru banyak tumbuh di perairan tawar, sedangkan rumput laut merah dan rumput laut coklat banyak tumbuh di perairan laut (Merdekawati dan Susanto 2009).

 

 

 

Kandungan Rumput Laut: Rumput laut merupakan sumber komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam rumput laut, antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, fenol hidrokuinon, dan tanin (Nurjanah et al. 2018). Hal ini melatarbelakangi berkembangnya produk berbasis rumput laut berupa olahan pangan dan nonpangan. Rumput laut hijau Caulerpa sp. mengandung protein (10,7%), karbohidrat (27,2%), lemak (0,3%), air (16-20%), serta serat kasar (4,4-15,5%). Selain itu, rumput laut  hijau juga mengandung karotenoid sebagai pigmen asesoris. Komponen karotenoid utama pada alga ini meliputi β-karoten, lutein, violaxanthin, antheraxanthin, zeaxanthin, dan neoxanthin. Komposisi pigmen utama pada alga ini, yaitu klorofil a  (26,817 %), klorofil b (12,906%), turunan  klorofil  a  (11,206 %), turunan klorofil b (7,525 %), dan xantofil (41,546 %) (Merdekawati dan Susanto 2009).

 

 

 

Manfaat Rumput Laut: Rumput laut dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber makanan hingga obat-obatan. Aktivitas biologis yang terdapat dalam produk obat-obatan berbasis rumput laut, di antaranya antioksidan, antibakteri, antihelmitik, antikolesterol, analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan antikanker (Sanger et al. 2018). Rumput laut juga berpotensi dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik karena mengandung antioksidan dan antibakteri (Nurjanah et al. 2018). Manfaat lain dari rumput laut adalah memberikan efek antiobesegenik yang berperan dalam meningkatkan rasa kenyang, menunda penyerapan nutrisi, serta menunda pengosongan lambung (Cherry et al. 2019).

 

 

 

Aplikasi Produk Berbasis Rumput Laut: Rumput laut merupakan penghasil polisakarida berupa agar-agar, alginat, dan karaginan. Polisakarida tersebut digunakan dalam indutri pangan, kosmetik, farmasi, dan industri kertas (Basiroh et al. 2016). Agar agar dalam industri makanan ditambahkan dalam pembuatan es krim, keju, permen, jelly, dan susu coklat. Karaginan dalam industri obat dan kosmetik diproses menjadi salep, lotion, stabilizer sabun, dan pasta gigi (Suparmi dan Sahri 2009). Alginat mampu membentuk komponen biopolimer film atau coat karena memiliki struktur koloid yang unik sehingga dimanfaatkan  sebagai bahan pengikat, pembentuk gel, dan penstabil emulsi (Rhim 2004). Saat ini, alginat dikembangkan sebagai edible coating pada makanan semi basah seperti dodol rumput laut. Lapisan edible coating pada makanan bekerja sebagai penghalang uap air serta penghalang pertukaran gas O2 dan CO2 (Bourtoom 2008).

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Basiroh S, Ali M, Putri B. 2016. Pengaruh periode panen yang berbeda teradap kualitas karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii: kajian rendemen dan organoleptik karaginan. Maspari Journal. 8(2): 127-135.

Bourtoom A. 2008. Chitosan film mechanical and permeation properties as affected by acid, plasticizers, and storage. Journal of Food Science. 63: 1-7.

Cherry P, O’Hara C, Magee PJ, McSrley EM, Allsopp PJ. 2019. Risks and benefits of consuming edible seaweed. Journal of Nutrition. 77(5): 307-329.

Merdekawati W, Susanto AB.2009. Kandungan dan komposisi pigmen rumput laut serta potensinya untuk kesehatan. Jurnal Squalen. 4(2): 41-47.

Nurjanah, Aprilia BE, Fransiskayana A, Rahmawati M, Nurhayati T. 2018. Senyawa bioaktif rumput laut dan ampas teh sebagai antibakteri dalam formula masker wajah. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 21(2): 304-316.

Rajapakse N, Kim SK. 2011. Nutritional and digestive health benefits of seaweed. In Advances In Food and Nutrition Research. 64(2): 17-28.

Rhim JW. 2004. Physical and mechanical properties of water resistant sodium alginat films. Wiss. U. Technol. 37: 323-330.

Sanger G, Kaseger BE, Rarung LK, Damongilala L. 2018. Potensi beberapa jenis rumput laut sebagai bahan pangan fungsional, sumber pigmen dan antioksidan alami. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 21(2): 208-217.

Suparmi, Sahri A. 2009. Mengenal potensi rumput laut: kajian pemanfaatan sumber daya rumput laut dari aspek industry dan kesehatan. Sultan Agung. XLIV(118): 95-108.