Sumber Kalsium dari Hasil Perikanan

Posted on Posted in IPB, Isu Perikanan Kelautan

 index 2Sumber daya hasil perairan menurut Agustini et al. (2011) memiliki potensi sebagai sumber kalsium untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia tiap harinya. Agustini et al. (2011) mengungkapkan bahwa cangkang kerang simping juga memiliki potensi sebagai sumber kalsium. Cangkang kerang simping memiliki kadar kalsium hingga 17,23% dari berat total cangkang.  Widyasari et al. (2013) mengungkapkan bahwa limbah pengolahan ikan seperti tulang ikan juga memiliki potensi sebagai sumber kalsium. Tepung yang berasal dari tulang ikan memiliki kandungan mineral yang didominasi oleh kalsium sebesar 37,49%. Produk hasil perairan yang memiliki potensi sebagai sumber kalsium adalah tulang ikan patin dan ikan tuna. Tulang ikan patin dan tulang ikan tuna menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari et al. (2013) memiliki kadar kalsium sebesar 30,95% dan 40%.

Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan 1oleh tubuh manusia dalam jumlah makro sehingga digolongkan sebagai makromineral (Marks et al. 2012). Valentina et al. (2014) mengungkapkan bahwa asupan kalsium tiap individu berbeda bergantung oleh fisiologis dan aktivitas dari tiap individu. Pria dengan umur 2-6 tahun membutuhkan asupan kalsium sebesar 500 mg/hari sedangkan untuk wanita dengan umur 2-6 tahun membutuhkan asupan kalsium sebesar 550mg/hari. Pria dengan umur 7-12 tahun membutuhkan asupan kalsium sebesar 650 mg/hari, sedangkan untuk wanita dengan umur 7-12 tahun membutuhkan asupan kalsium sebesar 700 mg/hari. Limbah dalam proses demineralisasi pengolahan kitin dan kitosan menghasilkan limbah berupa kalsium karbonat (CaCO3). Kalsium karbonat yang dihasilkan dalam proses demineralisasi kitin dapat dimanfaatkan untuk membentuk CaCl2. CaCl2  yang terbentuk dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku dalam pembuatan gips dan industri kertas.

Sumber:

Agustini TW, Fahmi AS, Widowati I, Sarwono A. 2011. Pemanfaatan limbah cangkang kerang simping (Amusium pleuronectes) dalam pembuatan cookies kaya kalsium. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 14(1) : 8-13.

Widyasari HE, Kusharto CM, Wiryawan B, Wiyono ES, Suseno SH. 2013. Pemanfaatan limbah ikan sidat Indonesia (Anguilla bicolor) sebagai tepung pada industry pengolahan ikan di Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Gizi dan Pangan. 8(3) : 215-220.

Sari FK, Ishartani D, Parnanto NH, Anam C. 2013. Pengaruh penambahan tulang ikan lele (Clarius sp.) dan kacang tunggak (Vigna unguiculata) terhadap kandungan kalsium dan protein pada susu jagung manis. Jurnal Teknosains Pangan. 2(1) : 66-72.

Marks DB, Marks AD, Smith CM. 2012. Biokimia Kedokteran Dasar. Jakarta (ID) : EGC.

Valentina V, Palupi NS, Andarwulan N. 2014. Asupan kalsium dan vitamin D pada anak Indonesia usia 2-12 tahun. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 25(1) : 83-89.

========================================================
Web: himasilkan.lk.ipb.ac.id
FB: facebook.com/himasilkan
IG: instagram.com/himasilkanipb
Twitter: twitter.com/himasilkan
========================================================
HIMASILKAN 2016
#BeraniKontribusi
#KontribusiNyata
#HIMASILKANmilikKITA